MEMBUAT SENDIRI ALAT UJI KELISTRIKAN
TEST PEN DC 12 V - 24 V KENDARAAN BERMOTOR
Tespen:
Fungsi dan Cara Menggunakannya
1.
Pengertian :Tespenialah alat yang
di gunakan untuk mengecek atau mengetahui ada tidaknya suatu tegangan
listrik.Rangkaian Tespen berbentuk obengyang mempunyai mata minus (-) berukuran
kecil pada bagian ujungnya. Tespen juga memiliki jepitan seperti pulpen
sebelumnya dan di dalamnya terdapat led yang mampu menyala sebagai indikator
tegangan listrik.
2.
Kegunaan/Fungsi :FungsiTespen yaitu
untuk mengetahui ada tidaknya tegangan listrik pada suatu benda, mesin
dansebuah rangakain listrik ada daya listrik atau tidak, fungsi lainnya yaitu
untuk membuka skrub dari komponen alat listrik.
3.
Cara Menggunakan :a.Untuk
menggunakan testpen pegang gagang test pen.b.Ujung testpen dimasukkan dalam
lubang stop kontak dan jari telunjuk silahkan tempelkan pada pangkal test
pen.c.Jika testpen menyala itu artinya arus positif jika tidak nyala berarti
arus negatif.
4.
Tingkat Ketelitian
:BiasanyaTespendapat digunakan untuk tegangan listrik 80 Volt sampai 500 Volt.
5.
Cara Membaca Skala dan Hasil
:a.Pegang test pen dengan ujung-ujung jari.b.Tempelkan ujung bagian bawah test
pen (tempat sumber) dengan penghantar yang akan diuji.c.Setelah itu tempelkan
jari ke bagian atas test pen.d.Pada saat LED/bohlam pada testpen menyala,
disitulah terdapat aliran arus listrik yang positif.
6.
Bagian-bagian :a.Ujung/mata tespen
berfungsi sebagai bidang sentuh benda yang bertegangan listrik.b.Batang karbon
berfungsi untuk mengahambat sebagian arus listrik.c.Lampu LED/bohlam berfungsi
sebagai indicator.d.Pegas untuk memberikan tekanan pada karbon dan lampu
terhadap pangkal tespen.e.Pangkal tespen terbuat dari logam sebagai ujung
sentuh terhadap jari.f.Gagang tespen terbuat dari bahantransparan yang
digunakan agar lampu LED/bohlam yang ada pada test pen terlihat nyalanya.
7.
Cara Kalibrasi :Cara Mengklibrasi
test pen sudah terkalibrasi secara otomatis.
8.
Nama Lain :Obeng Test Pen.
9.
Jenis-jenis :*.Tespen biasa (Berbentuk
Obengdengan menggunakan lampu LED).*.Testpen Digital yaitu Sejenis test pen
untuk mengukur tegangan listrik baik ac-dc (12v-220v) disertai lcd display
sehingga kita mengetahui seberapa besar tegangan yang keluar dari sebuah alat
elektronik, colokan listrik, dan sebagainya.
10. Cara Merawat :1.Simpan tespen pada tempat yang aman.2.Bersihkan tespen
dengan kain kering. Jaga tespen jangan
sampai basah.3.Simpan tespen ditempat yang kering. Usahakan jangan terkena
sinar matahari secara langsung.
11. Skala utama/Skala nonius :Umumnya tespen dapat digunakan untuk tegangan
listrik 80 Volt sampai 500 Volt.
Buat Cek Arus
AC-DC| kelistrikan motor sudah selayaknya memiliki alat ini.Untuk menentukan mana kabel
yang positif atau mana yang negatif lebih mudah. Pertama, siapkan tespen model biasa buat
basis alat. Lalu, siapkan juga lampu LED beda warna sebanyak dua buah. Misal,
biru dan hijau. Taklupa, resistor dan kabel sepanjang 10 - 15 cm. Kini,
lanjutkan dengan membongkar tespen buat mengeluarkan isi di dalamnya. Kita ubah lampu yang ada di
dalam tespen dengan dua lampu LED yang beda warna tadi.Tujuan diberi dua lampu
LED yang beda warna adalah untuk ketahui arah aliran listriknya. Jika lampu LED
yang menyala hanya satu, berarti listik yang mengalir di dalam rangkaian itu
searah. Tapi, jika keduanya menyala, bisa dipastikan arusnya
bolak-balik.Selanjutnya kedua lampu LED itu digabung berlawanan. Maksudnya,
kaki positif lampu LED yang pertama dihubungkan dengan kaki negatif lampu LED
yang kedua. Untuk membatasi arus yang mengalir agar lampu tak putus, di
rangkaian lampu ditambahkan hambatan atau resistor.Nilai resistor yang dipakai 20 - 50 kilo ohm, bilangnya. Usai rangkaian
lampu selesai dirangkai, kini masukkan ke dalam tespen dan tespen siap
digunakan. Bagi sobat-sobat electrical automotive lover yang suka mengotak-atik
kelistrikan sepeda motor atau kendaraan ringan, salah satu alat yang digunakan
untuk memeriksa tegangan pada rangkaian adalah test pen DC, alat ini sangat
cocok karena selain mudah digunakan, alat ini bisa juga dibuat sendiri.Pada
project kali ini kita akan membuat test pen DC dari hasil modifikasi dari test
pen AC. Adapun komponen yang ditambahkan dalam membuat test pen DC 12v-24V
adalah sebagai berikut :
Alat dan bahan:

·
Testpen AC 1 buah
·
Lampu LED Super Bright 5 mm, warna
(Biru &Hijau)masing-masing 1 buah dan menyala flip flop bergantian apabila
ada arus.
·
1 Buah Resistor 1KΩ-1/4W
·
1 Buah Kabel TunggalSerabut 2
Meter
·
Penjepit buaya Hitam/Merah 1Buah
hitam (bentuk dan ukuran silahkan menurut selera,yang saya pergunakan capit
buaya DC yang biasa di gunakan untuk adaptor denganukuran paling besar.)
·
1 Buah Dioda 1N4004-1A
·
Plastik bekas SIM card

Cara
menggunakan test pen
Seperti dirumah,
jika terdapat masalah pada kelistrikan rumah, kita menggunakan test pen untuk
mencari sumber tegangan pada kabel/stop kontak. Pada kendaraan pada umumnya
menggunakan tegangan DC12volt sehingga memerlukan test pen khusus yang sedikit
berbeda dari test pen untuk listrik AC 220v. Pada test pen DC terdapat lampu
yang akan menyala jika salah satu ujung test pen terhubung dengankutub (+) dan
ujung lainnya terhubung dengan kutub (-).Umumnya test pen jenis ini digunakan
untuk kelistrikan 12volt, tetapi ada juga yang menjual testpen yang bisa
digunakan untuk 6v-12v karena pada sistem kendaraan baru output dari ecu bisa
jadi kurang dari 12volt. Tetapi prinsip untuk menggunakannya tetap sama.Cara
menggunakan test pen untuk mencari kutub positif (+) atau negatif(-)Pada mobil,
kabel-kabel biasanya diikat menjadi satu dan pasti akan sangat susah untuk
menelusuri kabel mana yang terhubung dengan kutub negatif atau positif. Karena
itu kita memerlukan test penuntuk memeriksanya.Untuk mencari kutub negatif
(-)kita harus memastikan dulu salah satu ujung test pen terpasang pada kutub
positif (+) lalu sentuhkan ujung test pen lainnya pada tembaga kabel…jika test
pen menyala, bisa dipastikan itu adalah kabel negatif (-).Untuk mencari kutub
positf (+)pasang salah satu ujung testpen pada kutub negatif(-) atau body
mobil/baut yang terpasang pada body lalu sentuhkan ujung test pen lainnya pada
tembaga kabel…jika test pen menyala, bisa dipastikan itu adalah kabel positif
(+).Cara merakit test pen DC sebagai berikut Bagian dalam Test Pen AC
dikeluarkan terlebih dahulu, kemudian bola lampu AC diganti menggunakan LED,
kaki Anoda(+) lampu LED dihubungkan pada besi bagian ujung Test Pen, kaki
katoda(-) dihubungkanpada salah satu kaki resistor dan kaki yang lain resistor
dihubungkan dengan kabel, pada tutup test pen dilubangi sebesar diameter kabel
yang digunakan, Kemudian pada ujung kabel diberi Penjepit buaya. Sebagai
protector dapat disisipkan diode pada rangkaian sebelum penjepit buaya.Untuk
lebih jelasnya perhatikan rangkaian berikut
:
Setelah proses perakitan selesai, untuk lebih
mudah penggunaannya pada besi bagian ujung test pen dibuat lebih runcing dengan
cara di kikir atau di gerinda.
Komponen symbol & fungsinya :
1.
Resistor
Resistor ini berfungsi sebagai penahan arus
sementara sebelum diproses dan dialirkan pada komponen lainnyaResistor yang
akan digunakan pada rangkaian ini adalah resistor tetap, umumnya berbentuk
kecil dengan dua kaki pada bagian ujungnya dan tidak memiliki kutub negative
dan positif, sehingga pemasangannya boleh terbalik, asalkan nilainya sama
dengan nilai tertera pada papan PCB (lembaran berlubang kecil untuk menempelkan
kaki kaki komponen)

2.
Dioda
Melalui alat ini arus
yang semula AC (Arus bolak balik) diubah menjadi arus searah/DC. Bentuk
fisiknya kecil dan bulat,memiliki sepasang kaki berkutub positif dan negative
sehingga pemasangannya tidak boleh terbalik. pada rangkaian ini akan digunakan
diode jenis cahaya.Dinamakan demikian karena alat ini bisa bercahaya(mengubah
energy listrik menjadi cahaya), Biasanya juga disebut LED (Light Emission
Diode)kelebihan diode ini yaitu tidak mengurangi tegangan dan tahan terhadap
tegangan 1.5 volt-2 volt saja.
Kelebihan Testpen DC:
1.
Arus listriknya rendah 20 s/d 30
miliamper
2.
dapat menditeksi kabel arus
listrik positipdan negatip
3.
dapat digunakan dalam jangka waktu
lama ( masa pakai lampu LED dapat mencapai 80 ribu jam ) sampai rambut memutih
bisa digunakan.
4.
dapat digunakan pada tegangan 3
s/d 36 volt*.jika ingin mengukur arus listrik dc 50 s/d 100 maka nilai resistor
dapat diganti dengan ukuran 5 kilo ohm.
5.
Dapat melihat fungsi komponen dan
kontinuitas kabel baik untuk standby positifdan negative
6.
Arus yang digunakan sangat kecil
sehingga sangat cocok untuk kendaraan yang menggunakan kendali
electronic/autotronic misalnya: EFI (Electric Full Injection)Cara
Pembuatan:1.Testpen AC dibuka2.Lampu AC diganti dengan rangkaian dua buah
LEDyang dipasang bolak balik dan disambungkan secara seri dengan resistor 1kΩ
pada salah satu LED.
7.
Ujung yang lain disambung dengan
kabel dan dihubungkan pada penjepit buaya
Cara Kerja:Saat penjepit buaya
diletakkan pada kutub positif dan ujung testpen di kutub negative,arus listrik
akan mengalir dari kabelmenujuL2 (LED ungu), kemudian menuju ujung testpen yang
dihubungkan dengan kutub negative, jika L2 menyala berarti konduktorsudah
terhubung dengan benar, jika L2 tdk menyala artinya ada konduktor yang putus
atau tidak terhubung dengan benar. (LED merah tidak menyala / tidak dialiri
arus karena diode yang sifatnya hanya dapat dialiri pada kutub positifnya
saja). Sebaliknya saat penjepit buaya diletakkan pada kutub negative dan ujung
testpen di kutub positif maka arus listrik akan mengalir dari ujung testpen
menuju L1 (LED merah), kemudian menuju kabel yg dihubungkan dengan penjepit
buaya di kutub negative. jika L1 menyala berarti konduktor sudah terhubung
dengan benar, jika L1 tdk menyala artinya ada konduktor yang putus atau tidak
terhubung dengan benar. (LED ungu tidak menyala / tidak dialiri arus karena
diode yang sifatnya hanya dapat dialiri pada kutub positifnya saja).
salah satu kelemahan tespen biasa :
·
arus listriknya cukup besar 250
s/d 500 miliamper mengakibatkan tespen cepat meleleh akibat dampak panas.
·
tidak dapat menditeksi arus
listrik positipdan jalur abel negatip
·
sangat berbahaya mengandung resiko
jika digunakan untuk menditeksi ECU kendaraan, karena arusnya cukup besar dapat
mengakibatkan ECU terbakar.pengukuran arus listrik tespen biasa bisa mencapai
490 miliamper nyaris 500 miliampertespen biasa yang sering digunakan untuk
menditeksi kelistrikan kendaraan
Cara pengerjaan :
1.
Lepaskankan seluruh bagian tespen
danyang kita pakaihanya persaja yang lain boleh anda singkirkan

Gambar 3 - Bongkar Tespen
2.
Runcingkan ujung tespen dengan
menggunakan gerinda atau kikir.

Gambar 4 - Runcingkan Mata
Tespen
3.
Gulung kedua kaki resistor 1k 2W
sampai habis(B).

Gambar 5 - Menggulung Kaki ResistorResitor2 Wdipilih karena bentuknya
besar sehingga kalau dimasukan ke dalam tespen tegak berdiri
4.
Tekuk kaki Led yang panjang (+) ke
bagian atas dan kemudian dan di gulung/ditekuk tekuk hingga habis.

Gambar 6 - Melipat Kaki Led
5.
Buatlah isolator dari bekas kartu
SIM Card(A)dibuat bundar dengan ukuran kira sebesar lubang tespen dan diberi
lubang kecil ditengah untuk kaki led 0 V(B). Isolator yang telah kita buat tadi
kemudian dimasukan kekaki Led yang pendek (0V) lalu kemudian kaki led tersebut
ditekuk tekuk hingga habis(C)untuk lebih jelas silahkan lihat gambar.

Gambar 7 - Membuat Isolator Kaki LedLed flip flop dipilih karena cahaya
yang ditimbulkan apabila ada arus cukup menyolokdan kerlap kerlip sehingga
mudah dilihat oleh pengguna pada saat pengujian listrik kendaraan.
6.
Kupas kabel kemudian ikatkansalah
satu ujung kabelke per(A). Masukan kabelkedalam penutup tespen(B)kemudian
diujung kabel lainpasang capit buaya warna hitam(C).

Gambar 8 - Memasang Capit Buaya dan Per
7. Rakitlah semuanya
komponen dengan urutanmasukan dahulu resistor(A)lalu kemudian led(B)dengan
posisi bagian atas terlebih dahulu (+), disusul dengan per(C)lalu tutup tespen.

Gambar 9 - Merakit Alat Uji
8
Selesai dan alat uji kelistrikan
kendaraan bermotor siap di uji coba

Gambar 10 - Menguji Alat dengan Adaptor 5V

Gambar 11 - Menguji Alat di Accu
MotorPerhatikancapit buaya berwarna hitam ditempel di 0V atau body pada
kendaraan bermotor, sedangkan ujung probe testpen ke postive.
Well Pemirsah
demikianlah uraian dan paparan cara membuat alat uji listrik kendaraan bermotor
semoga bermanfaat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar